Pengrajin Ikan Asin Keluhkan Harga Garam Yang Belum Turun
Produksi ikan asin di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. |
KRAKATAURADIO.COM, LABUAN - Para pengrajin ikan asin di Desa Teluk, Kecamatan Labuan,
Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan belum turunnya harga garam di pasaran. Dengan
harga garam yang naik, berdampak pula terhadap harga dan produksi ikan yang
dihasilkan.
Salah satu pengrajin ikan asin di Kampung Pesisir, Desa Teluk,
Kecamatan Labuan, Rohmah mengeluhkan tingginya harga garam di pasaran.
Dampaknya, ia pun harus menaikan harga ikan asin hasil produksinya.
“Harga garam udah naik lama, kalau harga ikan asin baru abis
bulan puasa. Naiknya tergantung model ikannya, kaya ikan japuk naik Rp 5000,
tadinya Rp 15 ribu sekarang Rp 20 ribu. Yang lain kaya ikan jambal tadinya 40
ribu sekarang 60 ribu,” kata dia.
Rohmah menuturkan, dalam satu kali produksi, diperlukan waktu
minimal 3 hari sampai 7 hari untuk menghasilkan ikan asin. Hal itu tergantung
dari faktor cuaca.
“Kalau ikan jambal prosesnya lama, seminggu. Kalau ikan japuk
paling 2 hari kalau panasnya kenceng. Kalau panasnya enggak 3 hari. Kalau ujan
kan gak kering-kering,” tambah dia.
Untuk distribusi ikan asin, dirinya mengaku didatangi oleh
para pedagang yang menjual ikan asin di Pasar Labuan.
“Yang di pasar itu pada kesini. Sekali produksi itu tergantung
banyak ikannya, kalau lagi kosong ya gak. Kalau sekarang ini nelayan penghasilannya
kurang, lagi paceklik, penghasilannya gak ada, dapatnya sedikit,” ujar dia.
Ia berharap agar pemerintah dapat memperhatikan kondisi para
pengrajin ikan asin di Kecamatan Labuan, khususnya mengenai harga garam
dipasaran agar diturunkan dan dalam hal distribusi agar hasil olahannya bisa
dikirim ke daerah lain. (Mudofar)
Tidak ada komentar